Kriptografi Simetris Dengan Kombinasi Hill cipher Dan Affine Cipher Di Dalam Matriks Cipher Transposisi Dengan Menerapkan Pola Alur Bajak Sawah

  • Dewi Sartika Ginting Magister Teknik Informatika, Universitas Sumatera Utara
  • Muhammad Zarlis
  • Jasael Simanulang
Keywords: Hill Cipher, Affine Cipher, Cipher Transposisi, Pola Alur Bajak Sawah, Kriptografi Klasik.

Abstract

Tujuan kriptografi klasik untuk melindungi informasi dengan cara melakukan penyandian. Tulisan ini memaparkan sebuah modifikasi dari algoritma klasik untuk mempersulit kriptanalis mencuri pesan yang dirahasiakan. Ada tiga jenis algoritma klasik yang dikombinasikan yakni Hill cipher, Affine cipher dan cipher trasnposisi. Hasil dari hill dan affine akan dikombinasikan didalam matriks cipher transposisi dengan menerapkan pola alur bajak sawah dan untuk pengambilan ciphertkes akhirnya dengan menerapkan pola alur pengambilan dari bajak sawah. Dan cipherteks pada proses hill dan affine akan dikonversikan ke bilangan biner, sehingga 5 karakter input dengan (K1, K2, K3, K4 dan K5) dapat berubah menjadi 80 digit bit yang teracak (C = (C1H, C2H, C3H, C4H, C19H, C18H, C17H, C16A, C15A, C32H, C25A, C26A, C33A, 40H, C31H, C14A, … … …, C5H, C6H, C7H, C8H, C1A, C22H, C21H, C20H). Ketika kedua hasil cipherteks tersebut dikombinasikan pada matriks cipher transposisi. Untuk cipherteks akhir yang diproses dengan matriks cipher transposisi, yang ditampilkan berupa bilangan heksa. Dengan demikian para kriptanalis akan semakin sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk meretas informasi yang sudah dirahasiakan.

Published
2017-08-03